HEY HEY HEY PELANGI OVER THERE!
Pagi ini aku terbangun dengan riuhnya suara ayah dan ibuku yang sedang sibuk mempersiapkan ayah yang mau berangkat. Berangkat kerja pastinya, tapi lebih dari itu, beliau berangkat kerja ke kebun. Ingin rasanya membantu ibu. Tapi kantukku rasanya sulit sekali hilang dari mataku, tubuhku pun lemas.Duduk pun sulit rasanya.
Pagi ini aku terbangun dengan riuhnya suara ayah dan ibuku yang sedang sibuk mempersiapkan ayah yang mau berangkat. Berangkat kerja pastinya, tapi lebih dari itu, beliau berangkat kerja ke kebun. Ingin rasanya membantu ibu. Tapi kantukku rasanya sulit sekali hilang dari mataku, tubuhku pun lemas.Duduk pun sulit rasanya.
Pagi ini tepatnya pukul 4, ayah berangkat. dengan mengendarai sepeda motor. Khawatir ini selalu ada dipikiranku, ayahku seorang pria yang berumur 55 tahun. dan Jarak yang beliau tempuh untuk ke kebun itu bisa ratusan kilometer. Dengan naik motor perjalanannya bisa ditempuh selama 4 jam dengan tekstur jalan yang super- super membahayakan. Licin, berbatu, dipenuhi oleh hutan di kanan dan kiri jalan dan SEPI!
Aku benci ayahku harus kesana, beliau seakan suka lupa dengan umurnya, Beliau suka lupa itu kebun yang sedang beliau rawat ada di sekitaran BANTEN dan rumahku di BOGOR.
Tapi ayahku tetap ayahku, dia orang yang selalu berpandangan positif dengan kegiatan yang selalu di lakukan. Pernah suatu ketika, aku berbincang dan aku dengan keras menolak ayahku untuk tetap mengurus kebun itu. Tapi dia bilang, sekalian refreshing. Banyak hal yang bisa dilakukan, tapi mengurus kebun itu lebih kearah bahaya bukan refreshing keluhku.
Dan hari ini saat dia berangkat, saat dia berangkat dan dia berteriak "Ayah berangkat dulu yah!". Aku meneteskan air mata. Aku harus apa? Ayahku tidak pernah mengijinkan aku ikut. Ayah bilang bahaya. Tapi kenapa beliau tetap berangkat. Beliau sangat tahu itu bahaya, untukku ini bahaya, tapi mengapa untuknya tidak. MENGAPA? aku masih muda, kemampuanku dan tenagaku masih bisa bekerja maksimal.
Ayah, ayah, satu hal yang aku selalu belajar darinya, Beliau selalu mengajariku bermimpi. Beliau selalu mengajariku bercita- cita. Sama seperti cita2 beliau akan kebun itu, yang akan bisa di panen 4 tahun lagi. bukan waktu yang sebentar. Beliau masih harus terus berjuang.
Dan pagi ini, baru 10 menit ayahku berangkat, hujan turun
Hujan itu turun, membuat perasaanku tak karuan, semoga hujan ini bisa berhenti, aku tak ingin melihat ayahku kehujanan, beliau masih harus melakukan banyak hal hari ini. Maaf, kalo semua bilang hujan ini adalah rezeki dari ALLAH, untuk saat ini, ALLAH tolong berhentikan hujannya. Orang yang sangat kucintai sedang harus berjuang di luar sana dan hujan akan lebih memberatkan langkahnya.
AYAHKU LEBIH DARI INI PASTINYA!
Parents are the most important blessings of Allah tala....
BalasHapus