Jumat, 14 November 2014

Kenapa ARYA??

Karena setiap mengambil keputusan pasti ada alasannya..

This is our story begins.

Jadi gini kisahnya dulu saya punya temen sma, anaknya dibilang pendiem engga, Bawel juga engga. Kelas 3 kami kelasnya sebelahan. Dia IPA 1 dan saya IPA 2. Tidak jarang saya bermain ke kelasnya ketika jam istirahat. Sekedar menyapa sahabat saya yg memang ada dikelasnya. Dia orang yg selalu mengerjakan tugas, berdiskusi dan bermain kartu. Unik.

Kuliahpun dimulai, masa sma berlalu biasa tanpa ada yg bisa dikenang antara kami.  Kuliah sama sama di UI. Ga pernah ketemu disengaja ataupun ga sengaja. Padahal awal kuliah kost saya pas diseberang kostnya.

Saya yg lumayan cukup sibuk dan pulang selalu malam dan dia yg kuliah pulang kuliah pulang. Kami memang berbeda. Dan tak sadar dia pindah kuliah ke STAN. Dan sampai saat itupun belum ada komunikasi antara kami.
Waktu berlalu.

Tepatnya sehabis kuliah kami tak sengaja bertemu. Bukan berdua tapi dengan teman teman kami yg lain. Tak ada yg aneh. Hanya biasa biasa saja. Pembicaraan alakadarnya karena sudah lama tidak bertemu. Saat itupun saya sudah memiliki pacar dan berniat ingin menikah secepatnya.

Pertemuan kedua, dia mengajak saya bertemu karena dia belikan saya oleh oleh. Dan saya membawa teman. Lagi lagi canggung kalo harus mesti berdua.

Oh ya saya lupa, saat itu kami sudah lulus kuliah dan dia bekerja sesuai penempatannya di TBK atau lebih popular anggap saja Batam. Thats why dia bawain saya oleholeh.

Entah kenapa kami jadi lebih intens berhubungan via mobile phone. Dia rajin sekali menyapa saya duluan by bbm. Saya gengsi sapa sapa duluan. Hehe. Sebatas teman lama yg sempat hilang kami selalu curhat2an.

Dan akhirnya saya putus cinta. Disitu saya hancur. Saya curhat ke dia ttg semuanya dan tidak lama kemudian kami memutuskan bersama.

Kenapa dia? Kenapa mesti arya?

1. Arya memang bukan pria yg gombal dan perhatian di awal pendekatan. Dia cukup to the point dan cuek. Jalan ga beriringan, pegangan tangan pun tidak. Di mall dia selalu jalan 2 meter di depan saya. Saya bisa ambil kesimpulan, sama arya saya memang pastinya ga akan drama seperti pasangan cinta pasangan lain. Simple.

2. Arya orang yg cukup siap bertemu orang tua saya tidak pernah sekalipun dia absen meminta ijin ke orangtua saya untuk mengajak jalan saya. Dia menghargai papih dan mamih saya selayaknya orangtuanya.

3. Ketika kamu berpacaran dengan pacarmu, bertahun2. Sudahkan pacarmu masuk2 ke rumahmu? Mungkin ke teras belakang? Ruang tv? Atau dapur mungkin? Arya ga pernah. Arya selalu duduk di pojokan ruang tamu dan dari awal saya kenal sampai skrg sudah bersamanya lama, dia tetap duduk disitu kalau di rumah saya. Saya salut atas kesopanan dan cara bersikapnya. Arya tau cara menempatkan diri dengan baik.

4. Dia selalu ada untuk saya. Setiap saya sibuk di jam kerja dan baru bisa melihat layar hp. Message nya arya yg selalu ada. Dia ga pernah kemana mana walau jiwanya tidak ada disamping saya.

5. Good surpriser, Dia suka kasih saya surprise kecil yg bikin saya senyum2 sendiri. Jadi lucu kalo inget dia kasih bunga pagi pagi buta ke kantor saya.

6. Dia cerdas, the point of everythings. Arya cerdas dan selalu ingin berkembang. Dan saya selalu mencoba memicunya. Ga pernah sedikitpun saya menuntut arya lebih. Saya hanya memicu dia jadi berkembang lebih baik. Bukan untuk saya tapi untuknya. Even someday ternyata kita ga jodoh, saya membawa pengaruh positif di hidupnya. Dan saya bangga.

7. Dia menangis ketika saya menangis. Dia bahagia ketika saya bahagia. Dia menegur saya ketika saya salah dan merangkul saya untuk bangkit lagi.

8. Arya itu menenangkan dan mendamaikan hati saya. Saya percaya arya baik baik even dia ga ada didekat saya. Dia tau gimana susahnya hidup dengan saya dan tetap bertahan.

9. Arya orang yg selalu ingin mengimami saya solat, membiarkan saya mendengarkan dia mengumandangkan bacaan solat. Mungkin tidak dengan tajwid dan nafas yg sempurna. Tapi dia berani. Dan itulah indahnya.

10. Dia selalu mentreat saya dengan baik. Menjadikan saya princess yg hampir tidak pernah menangis. Selalu membuat saya tersenyum dan bahagia. Dan even marah, alhamdulillah dia tak pernah berkata kasar.

11. Dia pria yg hari hari yg dilaluinya selalu ada pergerakan positif. Saya tau masa lalu dan sulitnya hidupnya. Tapi dia bangkit, dia kebanggaan saya.

12. Arya itu simple. Buat kami masalah kecil itu lebih baik ditiadakan dan masalah besar diminimalkan.

13. Baru kali ini, saya pacaran ga drama2 banget. Belajar lebih dewasa dan berkorban walau tetep unyu pacarannya. Kalau buat orang lain pacaran adalah beban, buat saya pacaran sama arya malah mengurangi beban.

14. Arya itu lebih hebat dari mario teguh buat saya. Kalo mario teguh motivator ternama, arya problem solver saya yg namanya selalu ada di hati saya.

15. Arya memang ga pandai menulis kata, maklum. Saya maklum. Tapi setelah membaca tulisan saya ini. Ada kata2 yg luar biasa bisa arya sampaikan kepada saya dan cukup membuat saya terharu, kurang lebih seperti ini:

"Aku memang tidak bisa menulis atau merangkai kata indah, Tapi jika ada wanita yg akan aku nikahi, wanita itu adalah kamu"


16. Ketika saya memilihnya, ada satu moment dimana,  oke ini mungkin waktunya. Seorang sahabat saya kaget ketika saya jadian sama arya, dia bilang "how lucky you got a man like arya." Arya baru pertama pacaran. Dan dengan nada sedikit mengancam dia bilang," jangan sia2in." Dan skrg saya sadar. Alhamdulillah.

17. Dari pengalaman saya pacaran dengan beberapa orang, cuma arya yg minta untuk nanti setelah menikah saya cukup bekerja di rumah. Point nya lebih kepada cuma arya yg berani ambil seluruh tanggungjawab menafkahi saya. Bukan berarti saya ga produktif. Arya mau saya tetap bekerja di rumah. Statement awal itu membuat saya yakin akannya. Nantinya baik saya akan bekerja dikantor ataupun berbisnis di rumah, statement arya tadi jelas tidak membebani saya untuk membanting tulang bersama tapi lebih kepada bekerja untuk hobi dan cari kesibukan. Dan karena ketulusannya, saya pastikan dimana nanti saya memutuskan bekerja, hasilnya pasti akan lebih maksimal. U caring me, i will caring you more.

Terimakasih selalu terus bertahan disamping saya.

Love ya arya..

Minggu, 26 Oktober 2014

That's women should be

Hallo pelangi

Apakabar? Smoga kita semua dalam keadaan sehat ya.

Kali ini saya mau membicarakan apa sih yg seharusnya wanita miliki dan idealnya pria lihat dari wanita.

Ini untuk bahan referensi sendiri karena terkadang teori itu mudah dan prakteknya susah. Mari saya coba berbagi.

Wanita itu :
1. Harus cerdas dan pintar. Kenapa? Jawabannya karena gen ibu menurun pada anaknya. Pilih wanita cerdas untuk keturunan yg cerdas pula. Apakah kecerdasan itu bakat? Jawabannya bukan. Kecerdasan dan kepintaran itu bisa dilalui dengan proses dan pembelajaran baik akademis maupun non akademis.

2. Harus berani bersikap baik. Mungkin menjadi baik sulit pastinya. Tapi saya yakin dan percaya dengan janji Allah bahwa wanita yg baik untuk pria yg baik pula begitu pun sebaliknya.

3. Harus sayang sama keluarga. Jawabannya karena dengan sayang keluarga, kita bisa melihat bahwa wanita itu bukan siap berkeluarga tapi paling tidak bisa tau cara membentuk keluarga yg harmonis kelak.

4. Berusaha menjalankan perintahNya dan menjauhi larangaNnya. Salah satu ciri wanita setia adalah solat 5 waktu. Jika solat 5 waktu dijalankan dengan baik dan benar. Sudah bisa dipastikan dia setia karena kesetiannya pada Allah bisa jadi cerminan kesetiaan pada calon pasangannya kelak.

5. Berbicara lembut
Wanita ditakdirkan jadi perhiasan di rumah. Wanita seharusnya bertutur kata lembut karena peran primer yg akan diemban untuk mengurus anak akan jatuh pada wanita. Bahasamu cermin karakter jiwamu.

6. Menghebatkan pasangannya
Wanita yg hebat sudah selayaknya menghebatkan pasangannya. Atau pria yg hebat sudah pasti mencari wanita yg hebat. Setiap proses kehidupan adalah pembelajaran. Pembelajaran pastinya kearah yg lebih baik. Bukan hanya diukur dari materi hebat itu bisa dilihat secara universal.

7. Bisa memasak
Kalau tidak bisa masak namanya bukan wanita. Salah satu tugas wanita adalah memastikan bahwa anak dan suaminya memakan makanan yg sehat karena dari makanan semua berawal. Dan salah satu cara berhemat dalam rumah tangga.

8. Pandai bersolek
Cantik itu relatif tapi paling tidak sebagai sebuah perumpaan perhiasan dalam rumah tangga, wanita perlu bersolek dan mempercantik diri dihadapan suami bukan kah membahagiakan suami adalah ladang pahala untuk wanita.

9. Humoris
Humoris adalah salah satu produk kecerdasan. Bisa dibayangkan jika punya wanita tidak humoris? Kalian akan menjalankan kehidupan sampai tua dengan sedikit membosankan.

10. Tidak suka menuntut
Menerima suamimu apaadanya adalah pahala yg tidak ternilai. Jangan mengeluh kalau memang suamimu kurang sudah kewajibanmu untuk membantunya lebih dari saat ini bersamamu. Pacu lah karena sesungguhnya laki-laki takluk kepada istrinya. Masa depan layaknya langit yg luas dan dalamnya laut. Teruslah berjuang.

Selamat membaca.
Terimakasih pelangi ^^

Minggu, 14 September 2014

what happened today?

Harmony yasmine, 14 September 2014

Hari ini sepupu saya ery a.k.a angga nikah.

Trus keluarga papih dari pangkal pinang datang.

Trusnya ditanya tanya mulu. Nikahnya kapan.

Trusnya ga bisa jawab, cuma senyum sambil doain aja.

Trusnya galau. Belum jelas kapan nikahnya. 

Trusnya mau ngadu ke pacar ga bisa soalnya dia baru mutusin buat lanjutin kuliahnya. 

Trusnya inget kalo temen2 suka upload foto babynya di fb dan masuk ke newsfeed saya.

Trusnya sekalian deh kepoin. Eh di cover fbnya foto nikahannya.

Trusnya tambah galau. Cuma ya udah jalanin aja dulu ya.

Trusnya banyakin doa karena rejeki dalam  hal ini jodoh Allah yg nentuin.

Trusnya pas salaman ke angga, bahkan di pelaminan aja dan pengantennya aja yg lagi nikah juga tanya kapan nikah.

Trusnya uwa-uwa dari pangkal pinang sampe bilang kalo lama-lama dijodohin aja sama uwa. 

Trusnya mikir, emangnya ini siti nurbaya.

Trusnya ga sampe situ aja. Nyampe rumah tiba2 ada perdebatan.

Trusnya mau tau apa?? Perdebatan adat nikah saya. 

Trusnya saya bilang yg lamar aja belum ada. 

Trusnya si papih maunya adat bangka, dan mamih maunya adat jawa

Trusnya ga abis2 debatnya dan saya jadi bingung ini sebenernya siapa yg mau nikah.

Trusnya jadi kepikiran.

#GAGALPAHAM

Kamis, 11 September 2014

Guntur Su'ud Oesman

Satu hal kalo dengan hanya mendengarkan namanya, entah kenapa air mata bahagia sulit dibendung. Menuliskan namanya kali ini di judul blogku, air mata ku luruh tiada henti. Dia adalah pria yg selalu tau bagaimana membahagiakan saya.

Pria ini mengajarkan banyak hal arti hidup. Ketika senang jangan berlebihan dan ketika susah mencoba selalu tersenyum.

Pria ini memang terlihat biasa tapi sangat tampan bagi wanita-wanita sebayanya, jangan ragu pria ini sangat setia dan hanya mencintai satu wanita. Dia sangat punya potensi playboy tapi bukan jalan itu yg pria ini pilih.

Pria ini masuk kategori perokok berat tapi tak pernah sekalipun pria ini merokok di hadapan saya karena saya tau beliau sangat menyayangi saya. Padahal saya tidak masalah dan sudah terbiasa di lingkungan perokok. Dan saya menyayangi beliau apa adanya.

Pria ini sangat humoris, dia selalu membuat saya yg bersedih bisa tertawa bahagia.

Walau usianya sudah tidak muda tapi beliau masih sangat produktif. Beliau yg membuat lahan kosong disamping rumahku penuh dengan sayur mayur. Dia petani otodidak yg handal.

Pria ini sangat solutif. Bukan hanya slalu memberi nasehat. Pria ini pria paling solutif. Itu mengapa beliau adalah salah satu orang yg saya cari ketika saya butuh.

Pria ini sangat percaya saya. Percaya akan kompetensi saya that's why i never made him dissapointed of me.

Satu hal. Ini satu hal kenapa saya selalu berusaha menjadi wanita yg cerdas dan berkarakter??
Jawabannya karena pria ini memilih istrinya karena kecerdasannya dan karakternya. Dan saya berharap bisa seperti istrinya yang bisa mendapatkan suami seperti beliau.

Dear papih, mungkin aku belum bisa menulis baik, belum bisa romantis dan menunjukan rasa sayangku untukmu. I just wanna tell you that i do love you more than the word can say:)


MUCHOS GRACIAS. HATUR NUHUN. THANKYOU. XIE XIE.


Kamis, 06 Februari 2014

shopashoppie

Haiii pelangi.. 

Siapa yg ga suka shopping?
Untuk seorang perempuan. Shopping bahkan jauh lebih penting drpd nyalon. Mau bukti? Perbandingan salon sama toko baju adalah bukti paling realistis. Coba hitung brp jumlah toko baju dan brp jumlah salon. Mari bandingkan:)

Aku pun tidak menyangkal kegemaranku dalam belanja. Melihat diskon adalah hobiku. Membeli barang tidak mudah untukku, aku melihat aspek kebutuhanku, fungsi dan tampilannya.

Ketika aku suka akan satu barang, aku tidak mudah untuk memutuskan untuk membeli. Terkadang aku melihat apakah ketika aku membeli barang, ini adalah hal paling efektif dan ekonomis. Aku pikirkan opportunity costnya. Apakah dengan harga 200rb aku membeli baju lebih menguntungan drpd aku membeli jaket dan sepatu crocs abal2 dengan harga yg sama(asumsikan ini musim hujan). Mengerti?
Itu lah aku. Gadis pemikir. 

Selalu ketika belanja di fresh markeyt. Aku memperhatikan budget yg ada. Dan setiap barang berharga paling murah dengan kualitas kompetitif. Itulah aku. Aku selalu membawa catatan kecil yg berisi daftar belanja dan tak lupa kalkulator. Aku adalah well prepared shopper.

Sekian tentangku,

Salam pelangiiiiii.... 

Minggu, 26 Januari 2014

Mata

Hallooo pelangiiiiii....

Sebut satu bagian tubuhmu yang paling kamu suka?

Aku dengan lantang dan percaya diri akan menjawab mata. Ya.. aku mengagumi mataku sendiri..

Ketika terbuka normal mataku bisa dibilang tidak kecil. Mataku berbinar2. Disisi lain, ketika tertawa mataku menyiripit.. kecil dan segaris. Retinaku hitam, kelopakku letaknya pas dan begitu indah. Aku tak punya bulu mata yg tebal. Bulu mataku nyaris terlihat tidak ada.

Bagian dari mata yg paling menonjol untukku adalah alis. Alisku tak perlu pensil untuk dilukis dan ditebalkan. Dia cukup indah dengan bentuk dasarnya. 

Diluar semua keindahan mataku. Mataku terbatas. Aku tidak bisa melihat dengan jelas. Mataku minus hampir enam dengan silinder cukup besar. Hal ini aku alami ketika kecil. Keterbatasan pengelihatanku related dengan salahnya caraku dalam membaca. Aku sangat suka membaca dengan keadaan telentang dan itu TIDAK BAIK.

Dibilang tersiksa ya tersiksa bergantung  pada alat pengelihatan seperti softlense dan kacamata sangat mengganggu. Tidak jarang ketika aku lupa memakainya, ketika bertemu orang di suatu tempat aku tak menyapanya, bukan karena sombong tapi aku tidak dapat jelas melihat dan aku sudah cukup malu berulang kali salah menegur karena pengelihatanku terbatas dan kelupaanku memakai alat bantu lihat.

So guys, keep ur eyes healthy!


Rabu, 15 Januari 2014

Menikah

MENIKAH - Menata Kisah

Usiaku tak muda lg. I'm already 24 y.o . Teman2ku sudah banyak yg memilih menikah diusia lebih muda dari usiaku skrg bahkan beberapa diantaranya sudah memiliki buah hati. Luar biasa. Dalam hal ini ku akui aku kalah. #noted

Aku?
Aku masih belum siap. Aku masih berjibaku dengan diriku sendiri. Keinginan sudah tak terbendung tapi aku yakin ketika memang ada yg melamarku detik ini. Aku akan mundur kebelakang. Mengkoreksi diri dan menerima nasib bahwa memang benar aku belum pantas.

Entah apa yg membuatku seakan setakut itu.

Aku masih ingin menuai karirku setinggi langit karena ketika aku memutuskan untuk menikah, aku ingin menjadi ibu dan istri terbaik. Aku ingin mengurus anak2ku dan suamiku dengan tangan ku sendiri karena mereka miliku.

Aku ingin memastikan apa yg dilahap anakku dan suami bergizi. Aku ingin selalu memasakan makanan yg selalu berbeda tiap harinya.

Aku ingin menyambut suamiku pulang dengan pelukan dan membantu suamiku menanggalkan pakaian kerjanya. Aku ingin melayani keluarga kecilku kelak.

Aku ingin bisa memberikan seluruhnya atensiku untuk anakku. Melihatnya tumbuh besar disampingku. Dan aku yg paling tau ttg pertumbuhannya.

Masalah anak adalah masalah utama yg tidak bisa dijadikan prioritas kedua. Dia adalah alasan terbesarku kenapa aku harus mencari materi dengan bersungguh-sungguh tapi jika taruhannya adalah kurangnya kasih sayangku untuknya. Aku mengalah untuk mengorbanankan karirku dan memberikan kasih sayang sebagai kebutuhan utamanya. Dan aku memberikan kesempatan untuk suamiku bekerja lebih keras.
Aku memang pernah hidup jauh dibawah garis berkecukupan tapi itu semua tidak menjadikan ku manusia 'budak' uang.

Aku ingin menjadi manager keuangan yang baik di keluargaku. Mengatur penghasilan suamiku dengan baik dan tetap bahagia. Sederhana tapi tetap bahagia.

Aku ingin menjadi perempuan berkualitas bukan dalam arti karier dan uang. Ini lebih dari itu. Simpel tapi pasti mengorbankan banyak hal termasuk karierku tapi tidak merusak kompetensiku yg sudah aku bangun dari ketika aku masih dibilang bocah ingusan. Dimanapun berada aku pasti sukses dan aku tau itu.

Aku ya tetap aku. Setiap ambisiku menghidupkan aku. Pola pikirku adalah pagarku dalam mengambil keputusan. Dan setelah menikah, ambisiku bukan materi, ambisiku lebih berkualitas dalam arti yg sangat mendalam.

Dan..

Priaku tak harus miloner dan berada dijajaran 10 orang terkaya di Indonesia lebih dari itu, dia harus mampu membuatku mengangguk tanpa logika. Dia harus membuatku tunduk atas nama cinta. Dan membuat logikaku turun ke angka 0. Dan akhirnya aku memilih bersamanya dan menyertakan tawa bahagia sampai nanti, sampai mati.



Senin, 13 Januari 2014

Menari diatas awan, berpendar dan menyambut pelangi

Hobiku sangat tidak bisa dibilang 'menari'. Untuk ukuran tubuh sepertiku sebagus apapun tarian dan sepintar apapun aku meliukan tubuh seirama dengan dentuman lagu teriiring. Yah, aku memang lebih suka menari di dalam mimpi..Ok leave it.. HaHaHa

Menari ini kutulis dengan arti yg lebih dalam dan teranalogi dari sebuah pencarian dan perjuangan panjang dan berliku. Memang tidak seekstrim peluh yg keluar sehabis menari pada umumnya, 'menari' versiku condong kepada waktu, energi dan pikiran yg sudah tidak wajar aku korbankan. Ini tentang suatu 'rasa' dan suatu pencarian atas suatu kepastian atas mimpi besar yg sudah bersemayam terlalu lama.

Ini tentang kasih sayang sepanjang umur.

Kasih sayang yg selalu kucari, kujajaki dan kutelusuri tanpa kompas. Aku hanya bisa 'menari' dengan mata menelisik ke kanan, kiri, depan, belakang, atas dan bawah. Aku mencari.

Dan semakin lama aku 'menari', aku semakin lelah. Dan aku memilih tidak memberikan energi berlebihan pada tarianku. Aku hanya melakoni tarianku sesuai irama. Dan akhirnya ketika memang sudah waktunya irama pengiringku terhenti. Tarianku pun terhenti. Dan itulah saat yg tepat. Dan waktunya menuai 'tepukan riuh' dan selamat berbahagia.

Dan bukan lagi waktuku menari, aku sudah mencukupkan pula berpendar. Kali ini aku sudah saatnya tersenyum menyambut pelangi.

Salam pelangi,
Mige