BERDIRI SEJAJAR DENGAN AWAN
Sebuah tempat sederhana yg penuh makna,dia adalah lukisan cerita ttg hidup yg bisa dikatakan tidak mudah dan tidak pula sulit. Tempat itu berukuran 3*5 meter, saksi hidup ketika susah, ketika tak mampu menahan gumpalan air mata. Pendengar setia yang tak perlu dikhawatirkan kerahasiannya.
Tempat yang ketika aku berdiri. Aku merasa sejajar dengan awan. Aku bisa mencium wanginya angin dan berlari beberapa langkah untuk memeluk awan biru.
Tempat aku merasa sangat nyaman sehingga aku ketakutan untuk terbawa dan jatuh kemudian aku pergi dan menjauh. Dia terlalu tau cara membuatku terlalu dalam menyayanginya tanpa perlu kujelaskan kapan dimulainya tapi aku tau kapan harus berakhir. Aku sangat paham betul.
Dia motivasi terbesarku. Setiap aku seakan tak berdaya, dia memang tidak berteriak hanya berbisik sangat kecil kecil sekali. Mungkin hanya aku si wanita pemimpi yg bisa mendengarkan dia berbisik.. you can!..yes you can..! dan kemudian hilang ketika aku tersadar bahwa itu hanya halusinasi seorang pengkhayal sepertiku..
Dia hanya sebuah dinding dan lantai disertai pagar tua yang nyaris runtuh. Kumuh dan tak terawat. Tapi Rinduku padanya tidak melihat seberapa elok wajahnya, seberapa indah penampakannya, rinduku padanya karena aku rindu.. tak akan lekang dimakan waktu dan takkan ada ujungnya.
Terimakasih telah menjadi saksi aku pernah dan beberapa kali berdiri sejajar dengan awan:)
#fighting-me
I dedicated for you my beloved balkon lt.3 bank permata cibubur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar